Thursday, 11 Jun 2026
  • Engineers of Change | Shaping the Future bersama Pendidikan Teknik Otomotif | Fakultas Teknik | Univesitas Negeri Malang | Informasi Mahasiswa Baru KLIK DI SINI
  • Engineers of Change | Shaping the Future bersama Pendidikan Teknik Otomotif | Fakultas Teknik | Univesitas Negeri Malang | Informasi Mahasiswa Baru KLIK DI SINI

Mahasiswa PTO UM Turun Tangan! Hadirkan Teknologi Hidroponik System Cerdas untuk Dongkrak Wisata Desa Senggreng

Kegiatan Iptek bagi Masyarakat (IbM) yang dipimpin oleh Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO), Universitas Negeri Malang, sukses dilaksanakan pada 5 April 2026 di kawasan wisata Embung Ngrancah, Desa Senggreng, Kabupaten Malang. Kegiatan ini melibatkan ±20 warga (dengan 14 peserta aktif pelatihan) serta didukung oleh 8 mahasiswa PTO UM sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian. Program ini bertujuan menghadirkan inovasi teknologi tepat guna melalui integrasi fountain pump dengan sistem hidroponik DFT guna meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat lokal .

   

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dinamis dan aplikatif, dimulai dari pelatihan konsep hingga praktik langsung di lapangan. Dr. Dani Irawan bersama tim dan mahasiswa membimbing masyarakat dalam merakit instalasi hidroponik, melakukan penyemaian menggunakan media modern, hingga teknik perawatan dan panen tanaman hortikultura. Integrasi fountain pump tidak hanya berfungsi sebagai sistem sirkulasi nutrisi tanaman, tetapi juga menciptakan visual air yang menarik sehingga memperkuat nilai estetika kawasan wisata. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena teknologi ini mudah diterapkan dan langsung memberikan manfaat nyata.

Dari sisi dampak, kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan teknologi masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membuka peluang usaha hortikultura berbasis wisata, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi tepat guna, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui produksi pangan mandiri yang efisien, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat desa. Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi akademisi dan masyarakat mampu menciptakan inovasi yang berdampak luas.

“Program ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa mandiri dan berkembang melalui inovasi,” ungkap Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd. selaku ketua pelaksana. Salah satu peserta juga menyampaikan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru dan memberikan peluang tambahan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Ke depan, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi model wisata edukasi berbasis teknologi yang berkelanjutan serta menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

This article have

0 Comment

Leave a Comment