
Kegiatan Prodi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang bersama masyarakat melalui skema IPTEK yang diterapkan kepada masyarakat berlangsung pada Februari–Maret 2026 di Desa Sumber Pasir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan 10 mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Otomotif (PTO UM) yang turun langsung mendampingi pelaku UMKM tempe, khususnya mitra UD Tiga Putra. Fokus utama kegiatan ini adalah menghadirkan inovasi teknologi berupa mixing machine berbasis mikrokontroler Arduino Leonardo guna meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, sekaligus higienitas tempe yang dihasilkan.


Di lapangan, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga sebagai inovator dan pendamping. Mereka bersama tim merancang, merakit, hingga menguji mesin pencampur ragi yang mampu bekerja lebih cepat dan stabil dibandingkan metode manual. Jika sebelumnya proses pencampuran ragi membutuhkan waktu hingga 180 menit dan dilakukan dengan tangan, kini dapat diselesaikan hanya dalam 60 menit dengan hasil yang lebih merata dan higienis. Selain itu, mitra juga mendapatkan pelatihan langsung terkait pengoperasian mesin, perawatan alat, hingga cara menangani kendala teknis, serta dibekali kemampuan dasar dalam pengelolaan keuangan usaha agar bisnis lebih tertata.

Perubahan yang terjadi terasa nyata. Produksi tempe menjadi lebih efisien, kualitas produk meningkat, dan kapasitas produksi melonjak hingga dua kali lipat. Dari sisi kesehatan dan lingkungan, proses produksi menjadi lebih bersih karena meminimalkan kontak langsung dengan tangan. Secara ekonomi, peningkatan produksi ini membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi terhadap SDGs, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi (SDG 8), inovasi industri (SDG 9), serta produksi pangan yang lebih bertanggung jawab (SDG 12).
“Ini bukan sekadar alat, tapi solusi nyata untuk membantu pelaku UMKM naik kelas. Harapannya, teknologi sederhana seperti ini bisa terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat,” ungkap Dr. Dani Irawan, S.Pd., M.Pd. Ke depan, kolaborasi antara Prodi PTO UM dan masyarakat diharapkan terus berlanjut, tidak hanya pada pengembangan teknologi produksi, tetapi juga pada pemasaran digital dan penguatan manajemen usaha, sehingga UMKM desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Leave a Comment